Rukun 2

Salat

Panduan salat lima waktu dengan urutan langkah, bacaan, dan dalilnya.

Isi halaman

Penjelasan

Salat lima waktu dibuka dengan takbir dan ditutup dengan salam. Rangkaian gerakan dan bacaannya dikerjakan sebagaimana dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang memerintahkan para sahabat mengerjakan salat seperti yang beliau kerjakan (Sahih al-Bukhari 631).

Waktunya ditetapkan. Ayat 4:103 menyebut salat sebagai kewajiban yang waktunya telah ditentukan bagi orang beriman, ayat 20:14 menyebutnya sebagai sarana mengingat Allah, dan ayat 5:6 merinci bersuci sebelum salat.

Dalil Al-Qur'an

Teks Arab disalin apa adanya dari Tanzil Quran Text (Uthmani v1.1). Terjemahan resmi tidak disalin; tautannya disertakan pada tiap ayat.

Al-Qur’an

QS An-Nisa 103

فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا

Setelah salat, zikir diperintahkan dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring. Ayat ini menutup dengan penegasan bahwa salat adalah kewajiban yang waktunya telah ditentukan bagi orang beriman.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Al-Qur’an

QS Taha 14

إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Allah menegaskan keesaan-Nya dan memerintahkan beribadah kepada-Nya. Salat disebut sebagai sarana mengingat-Nya.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Al-Qur’an

QS Al-Ma'idah 6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Sebelum salat, ayat ini merinci bersuci: membasuh wajah dan tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh kaki sampai mata kaki, mandi bila junub, dan tayammum bila air tidak ada atau tidak dapat dipakai.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Dalil hadis

Matn disalin dari rekaman sunnah.com. Sanad lengkap hanya ada di rekaman sumber.

Hadis

Sahih al-Bukhari 8

Perawi: Ibn 'Umar

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Islam dibangun di atas lima perkara dan menyebutkannya berurutan: syahadat, menegakkan salat, menunaikan zakat, haji, dan puasa Ramadan. Inilah hadis yang dipakai halaman ini sebagai dasar penamaan lima pilar Islam.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih al-Bukhari (صحيح البخاري)
Kitab:
Belief (كتاب الإيمان), buku 2
Bab:
Chapter: Your invocation means your faith(باب دُعَاؤُكُمْ إِيمَانُكُمْ)
Referensi dalam kitab:
Book 2, Hadith 1
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih al-Bukhari 8"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih al-Bukhari. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih Muslim 16a

Perawi: 'Abdullah bin 'Umar (sebagaimana disebut rekaman sumber)

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ " . فَقَالَ رَجُلٌ الْحَجِّ وَصِيَامِ رَمَضَانَ قَالَ لاَ . صِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ . هَكَذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم

Riwayat ini juga menyebut Islam dibangun di atas lima perkara, dengan urutan tauhid, salat, zakat, puasa Ramadan, lalu haji. Bagian akhir matn memuat percakapan tentang urutan penyebutan antara haji dan puasa, sehingga urutan penyebutan berbeda antara riwayat yang satu dan yang lain.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih Muslim (صحيح مسلم)
Kitab:
The Book of Faith (كتاب الإيمان), buku 1
Bab:
Chapter: Clarifying the pillars of Islam and its grand supports(باب بَيَانِ أَرْكَانِ الْإِسْلَامِ وَدَعَائِمِهِ الْعِظَامِ)
Referensi dalam kitab:
Book 1, Hadith 19
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih Muslim 16a"). Huruf di akhir nomor menandai varian pertama pada nomor tersebut. "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih Muslim. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih al-Bukhari 631

Perawi: Malik (sebagaimana disebut rekaman sumber)

ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَأَقِيمُوا فِيهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ ـ وَذَكَرَ أَشْيَاءَ أَحْفَظُهَا أَوْ لاَ أَحْفَظُهَا ـ وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengarahkan para sahabat pulang ke keluarga mereka, mengajarkan dan memerintahkan kebaikan, lalu menegaskan agar salat dikerjakan sebagaimana beliau mencontohkannya, dan menjelaskan pengaturan azan serta imam ketika salat berjamaah. Matn memuat keterangan perawi bahwa ada beberapa hal lain yang ia hafal atau tidak hafal, sehingga ia tidak menyebutkan seluruhnya.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih al-Bukhari (صحيح البخاري)
Kitab:
Call to Prayers (Adhaan) (كتاب الأذان), buku 10
Bab:
Chapter: If there are many travellers, Adhan and Iqama should be pronounced, (the same is to be observed) in 'Arafat and Al-Muzdalifa too(باب الأَذَانِ لِلْمُسَافِرِ إِذَا كَانُوا جَمَاعَةً، وَالإِقَامَةِ، وَكَذَلِكَ بِعَرَفَةَ وَجَمْعٍ)
Referensi dalam kitab:
Book 10, Hadith 28
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih al-Bukhari 8"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih al-Bukhari. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih al-Bukhari 6265

Perawi: Ibn Mas'ud

عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَكَفِّي بَيْنَ كَفَّيْهِ التَّشَهُّدَ، كَمَا يُعَلِّمُنِي السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan tasyahud kepada Ibnu Mas’ud sebagaimana beliau mengajarkan surah Al-Qur’an. Lafaz yang diajarkan memuat dua kalimat syahadat di dalamnya.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih al-Bukhari (صحيح البخاري)
Kitab:
Asking Permission (كتاب الاستئذان), buku 79
Bab:
Chapter: The shaking of hands with both the hands(باب الأَخْذِ بِالْيَدَيْنِ)
Referensi dalam kitab:
Book 79, Hadith 39
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih al-Bukhari 8"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih al-Bukhari. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih al-Bukhari 744

Perawi: Abu Huraira

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْكُتُ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَبَيْنَ الْقِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً ـ قَالَ أَحْسِبُهُ قَالَ هُنَيَّةً ـ فَقُلْتُ بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِسْكَاتُكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ مَا تَقُولُ قَالَ أَقُولُ اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diam sejenak antara takbir dan bacaan. Kepada Abu Hurairah beliau menyebut doa istiftah yang memuat permohonan agar dijauhkan dari kesalahan, dibersihkan seperti kain putih, dan disucikan dengan air, salju, serta es.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih al-Bukhari (صحيح البخاري)
Kitab:
Call to Prayers (Adhaan) (كتاب الأذان), buku 10
Bab:
Chapter: What to say after the Takbir(باب مَا يَقُولُ بَعْدَ التَّكْبِيرِ)
Referensi dalam kitab:
Book 10, Hadith 138
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih al-Bukhari 8"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih al-Bukhari. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih al-Bukhari 756

Perawi: 'Ubada bin As-Samit

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Ubada bin ash-Shamit meriwayatkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa salat tidak sah tanpa membaca Fatihatul Kitab. Hadis ini menjadi dasar kewajiban membaca al-Fatihah; ketentuan bacaan makmum ketika imam membaca keras dibahas dalam fikih.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih al-Bukhari (صحيح البخاري)
Kitab:
Call to Prayers (Adhaan) (كتاب الأذان), buku 10
Bab:
Chapter: Recitation of Al-Fatiha is compulsory for the Imam and the followers, at home and on journey, in all prayers, silent or aloud(باب وُجُوبِ الْقِرَاءَةِ لِلإِمَامِ وَالْمَأْمُومِ فِي الصَّلَوَاتِ كُلِّهَا فِي الْحَضَرِ وَالسَّفَرِ وَمَا يُجْهَرُ فِيهَا وَمَا يُخَافَتُ)
Referensi dalam kitab:
Book 10, Hadith 150
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih al-Bukhari 8"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih al-Bukhari. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih al-Bukhari 789

Perawi: Abu Huraira

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ يُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْكَعُ، ثُمَّ يَقُولُ سَمِعَ اللَّهُ لَمِنْ حَمِدَهُ حِينَ يَرْفَعُ صُلْبَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ، ثُمَّ يَقُولُ وَهُوَ قَائِمٌ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ ـ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ عَنِ اللَّيْثِ وَلَكَ الْحَمْدُ ـ ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَهْوِي، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَسْجُدُ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ، ثُمَّ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي الصَّلاَةِ كُلِّهَا حَتَّى يَقْضِيَهَا، وَيُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ مِنَ الثِّنْتَيْنِ بَعْدَ الْجُلُوسِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai salat dengan takbir, lalu bertakbir pada setiap perpindahan: rukuk, bangkit, sujud, dan bangkit dari sujud. Saat bangkit dari rukuk beliau mengucapkan “sami‘allahu liman hamidah”, lalu “rabbana lakal-hamd”.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih al-Bukhari (صحيح البخاري)
Kitab:
Call to Prayers (Adhaan) (كتاب الأذان), buku 10
Bab:
Chapter: Saying the Takbir on raising from the prostration(باب التَّكْبِيرِ إِذَا قَامَ مِنَ السُّجُودِ)
Referensi dalam kitab:
Book 10, Hadith 184
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih al-Bukhari 8"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih al-Bukhari. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih al-Bukhari 799

Perawi: Rifa'a bin Rafi' Az-Zuraqi

كُنَّا يَوْمًا نُصَلِّي وَرَاءَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ قَالَ رَجُلٌ وَرَاءَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ مَنِ الْمُتَكَلِّمُ قَالَ أَنَا قَالَ رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا، أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ

Saat salat di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, seorang sahabat mengucapkan “rabbana wa lakal-hamd, hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih”. Nabi menyebut lebih dari tiga puluh malaikat berebut mencatatnya. Redaksi ini diucapkan sahabat dan disetujui Nabi, bukan lafaz yang beliau ajarkan sendiri pada peristiwa itu.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih al-Bukhari (صحيح البخاري)
Kitab:
Call to Prayers (Adhaan) (كتاب الأذان), buku 10
Referensi dalam kitab:
Book 10, Hadith 194
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih al-Bukhari 8"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih al-Bukhari. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih al-Bukhari 817

Perawi: 'A'isha

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي يَتَأَوَّلُ الْقُرْآنَ

Aisyah menyebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering membaca “subhanakallahumma rabbana wa bihamdika, allahummaghfir li” dalam rukuk dan sujud, sebagai pengamalan perintah Al-Qur’an. Redaksi yang sama tercatat juga dalam Sahih Muslim 484a.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih al-Bukhari (صحيح البخاري)
Kitab:
Call to Prayers (Adhaan) (كتاب الأذان), buku 10
Bab:
Chapter: To invoke and glorify Allah in prostration(باب التَّسْبِيحِ وَالدُّعَاءِ فِي السُّجُودِ)
Referensi dalam kitab:
Book 10, Hadith 212
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih al-Bukhari 8"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih al-Bukhari. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih al-Bukhari 3370

Perawi: 'Abdur-Rahman bin Abi Laila (dari Ka'b bin Ujrah)

قُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Ka’b bin Ujrah mengajarkan lafaz salawat yang diterimanya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: memohon salawat dan berkah untuk Muhammad serta keluarganya, sebagaimana diberikan kepada Ibrahim dan keluarganya.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih al-Bukhari (صحيح البخاري)
Kitab:
Prophets (كتاب أحاديث الأنبياء), buku 60
Referensi dalam kitab:
Book 60, Hadith 44
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih al-Bukhari 8"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih al-Bukhari. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih Muslim 482

Perawi: Abu Huraira

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Sujud disebut sebagai keadaan terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya. Karena itu doa dianjurkan diperbanyak saat sujud.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih Muslim (صحيح مسلم)
Kitab:
The Book of Prayers (كتاب الصلاة), buku 4
Bab:
Chapter: What Is To Be Said While Bowing And Prostrating(باب مَا يُقَالُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ)
Referensi dalam kitab:
Book 4, Hadith 245
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih Muslim 16a"). Huruf di akhir nomor menandai varian pertama pada nomor tersebut. "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih Muslim. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih Muslim 484a

Perawi: 'A'isha

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي يَتَأَوَّلُ الْقُرْآنَ

Aisyah menyebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering membaca “subhanakallahumma rabbana wa bihamdika allahummaghfir li” dalam rukuk dan sujud, sebagai pengamalan perintah Al-Qur’an.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih Muslim (صحيح مسلم)
Kitab:
The Book of Prayers (كتاب الصلاة), buku 4
Bab:
Chapter: What Is To Be Said While Bowing And Prostrating(باب مَا يُقَالُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ)
Referensi dalam kitab:
Book 4, Hadith 247
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih Muslim 16a"). Huruf di akhir nomor menandai varian pertama pada nomor tersebut. "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih Muslim. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih Muslim 588a

Perawi: Abu Huraira

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Setelah tasyahud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan memohon perlindungan dari empat perkara: azab Jahanam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Dajjal.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih Muslim (صحيح مسلم)
Kitab:
The Book of Mosques and Places of Prayer (كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ), buku 5
Bab:
Chapter: From what refuge is to be sought when in salat(باب مَا يُسْتَعَاذُ مِنْهُ فِي الصَّلاَةِ)
Referensi dalam kitab:
Book 5, Hadith 162
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih Muslim 16a"). Huruf di akhir nomor menandai varian pertama pada nomor tersebut. "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih Muslim. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sahih Muslim 772

Perawi: Hudhaifa

صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ لَيْلَةٍ فَافْتَتَحَ الْبَقَرَةَ فَقُلْتُ يَرْكَعُ عِنْدَ الْمِائَةِ ثُمَّ مَضَى فَقُلْتُ يُصَلِّي بِهَا فِي رَكْعَةٍ فَمَضَى فَقُلْتُ يَرْكَعُ بِهَا ثُمَّ افْتَتَحَ النِّسَاءَ فَقَرَأَهَا ثُمَّ افْتَتَحَ آلَ عِمْرَانَ فَقَرَأَهَا يَقْرَأُ مُتَرَسِّلاً إِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَسْبِيحٌ سَبَّحَ وَإِذَا مَرَّ بِسُؤَالٍ سَأَلَ وَإِذَا مَرَّ بِتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ ثُمَّ رَكَعَ فَجَعَلَ يَقُولُ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ فَكَانَ رُكُوعُهُ نَحْوًا مِنْ قِيَامِهِ ثُمَّ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ثُمَّ قَامَ طَوِيلاً قَرِيبًا مِمَّا رَكَعَ ثُمَّ سَجَدَ فَقَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى فَكَانَ سُجُودُهُ قَرِيبًا مِنْ قِيَامِهِ قَالَ وَفِي حَدِيثِ جَرِيرٍ مِنَ الزِّيَادَةِ فَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Hudzaifah menuturkan salat malam bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bacaan beliau panjang dan berhenti pada ayat rahmat atau azab. Saat rukuk beliau membaca “subhana rabbiyal-’azhim”, saat bangkit “sami’allahu liman hamidah”, dan saat sujud “subhana rabbiyal-a’la”. Panjang rukuk, berdiri setelahnya, dan sujud beliau hampir sama.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sahih Muslim (صحيح مسلم)
Kitab:
The Book of Prayer - Travellers (كتاب صلاة المسافرين وقصرها), buku 6
Bab:
Chapter: It is recommended to recite for a long time in the night prayers(باب اسْتِحْبَابِ تَطْوِيلِ الْقِرَاءَةِ فِي صَلاَةِ اللَّيْلِ)
Referensi dalam kitab:
Book 6, Hadith 242
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sahih Muslim 16a"). Huruf di akhir nomor menandai varian pertama pada nomor tersebut. "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; "USC-MSA web (English)" adalah skema lama yang sudah ditinggalkan. Nomor pada versi cetak/terjemahan lain dapat berbeda.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Tercatat dalam Sahih Muslim. Kitab ini disusun dengan kriteria sahih dan diterima luas. Fanha tidak menetapkan penilaian baru atas hadis ini, hanya mencatat status koleksinya sebagaimana sumber.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sunan Abi Dawud 850

Perawi: Ibn 'Abbas

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُولُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي

Ibnu Abbas meriwayatkan doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di antara dua sujud: permohonan ampun, rahmat, kesehatan, petunjuk, dan rezeki.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sunan Abi Dawud (سنن أبي داود)
Kitab:
Prayer (Kitab Al-Salat) (كتاب الصلاة), buku 2
Bab:
Chapter: The Supplication Between The Two Prostration(باب الدُّعَاءِ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ)
Referensi dalam kitab:
Book 2, Hadith 460
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sunan Abi Dawud 1949"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com. Halaman sumber menampilkan penilaian otentikasi Al-Albani; Fanha mencatatnya sebagai penilaian sumber, bukan penilaian baru.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Hasan, Dinilai hasan oleh Al-Albani sebagaimana ditampilkan pada rekaman sumber. Fanha mencatat penilaian sumber dan tidak menilai ulang.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sunan Abi Dawud 874

Perawi: Hudhayfah

أَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ فَكَانَ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ - ثَلاَثًا - ذُو الْمَلَكُوتِ وَالْجَبَرُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ ثُمَّ اسْتَفْتَحَ فَقَرَأَ الْبَقَرَةَ ثُمَّ رَكَعَ فَكَانَ رُكُوعُهُ نَحْوًا مِنْ قِيَامِهِ وَكَانَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَكَانَ قِيَامُهُ نَحْوًا مِنْ رُكُوعِهِ يَقُولُ لِرَبِّيَ الْحَمْدُ ثُمَّ سَجَدَ فَكَانَ سُجُودُهُ نَحْوًا مِنْ قِيَامِهِ فَكَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ السُّجُودِ وَكَانَ يَقْعُدُ فِيمَا بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ نَحْوًا مِنْ سُجُودِهِ وَكَانَ يَقُولُ رَبِّ اغْفِرْ لِي رَبِّ اغْفِرْ لِي فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَقَرَأَ فِيهِنَّ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ وَالنِّسَاءَ وَالْمَائِدَةَ أَوِ الأَنْعَامَ شَكَّ شُعْبَةُ

Hudzaifah menyaksikan salat malam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau membaca tasbih rukuk dua kali, mengucapkan “li rabbiyal-hamd” saat bangkit, membaca tasbih sujud, dan berdoa “rabbighfir li” di antara dua sujud. Panjang rukuk, berdiri, duduk, dan sujud beliau saling mendekati.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sunan Abi Dawud (سنن أبي داود)
Kitab:
Prayer (Kitab Al-Salat) (كتاب الصلاة), buku 2
Bab:
Chapter: What A Person Should Say In His Ruku' And Prostration(باب مَا يَقُولُ الرَّجُلُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ)
Referensi dalam kitab:
Book 2, Hadith 484
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sunan Abi Dawud 1949"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com. Halaman sumber menampilkan penilaian otentikasi Al-Albani; Fanha mencatatnya sebagai penilaian sumber, bukan penilaian baru.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Dinilai sahih oleh Al-Albani sebagaimana ditampilkan pada rekaman sumber. Fanha mencatat penilaian sumber dan tidak menilai ulang.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sunan an-Nasa'i 1048

Perawi: 'A'isha

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

Aisyah menyebut bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika rukuk: “subbuhun quddusun rabbul-mala’ikati war-ruh”. Redaksi ini juga disebut dalam riwayat sujud pada Sunan an-Nasa’i 1134.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sunan an-Nasa'i (سنن النسائي)
Kitab:
The Book of The At-Tatbiq (Clasping One's Hands Together) (كتاب التطبيق), buku 12
Bab:
Chapter: Another kind(باب نَوْعٌ آخَرُ مِنْهُ)
Referensi dalam kitab:
Book 12, Hadith 20
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sunan an-Nasa'i 1048"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; nomor terjemahan Inggris dapat berbeda. Halaman sumber menampilkan penilaian otentikasi Darussalam; Fanha mencatatnya sebagai penilaian sumber, bukan penilaian baru.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Dinilai sahih oleh Darussalam sebagaimana ditampilkan pada rekaman sumber. Fanha mencatat penilaian sumber dan tidak menilai ulang.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sunan an-Nasa'i 1049

Perawi: 'Awf bin Malik

قُمْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَيْلَةً فَلَمَّا رَكَعَ مَكَثَ قَدْرَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

Auf bin Malik menuturkan salat malam bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat rukuk beliau berdiri lama sepanjang bacaan Surah al-Baqarah dan membaca “subhana dzil-jabaruti wal-malakuti wal-kibriya’i wal-‘azamah”. Konteks salat malam ini disebutkan dalam matn.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sunan an-Nasa'i (سنن النسائي)
Kitab:
The Book of The At-Tatbiq (Clasping One's Hands Together) (كتاب التطبيق), buku 12
Bab:
Chapter: Another kind of remembrance when bowing(باب نَوْعٌ آخَرُ مِنَ الذِّكْرِ فِي الرُّكُوعِ)
Referensi dalam kitab:
Book 12, Hadith 21
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sunan an-Nasa'i 1048"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; nomor terjemahan Inggris dapat berbeda. Halaman sumber menampilkan penilaian otentikasi Darussalam; Fanha mencatatnya sebagai penilaian sumber, bukan penilaian baru.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Dinilai sahih oleh Darussalam sebagaimana ditampilkan pada rekaman sumber. Fanha mencatat penilaian sumber dan tidak menilai ulang.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sunan an-Nasa'i 1051

Perawi: Jabir bin Abdullah

كَانَ إِذَا رَكَعَ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ أَنْتَ رَبِّي خَشَعَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَدَمِي وَلَحْمِي وَعَظْمِي وَعَصَبِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Jabir bin Abdullah meriwayatkan doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika rukuk: penyerahan diri, keimanan, dan tawakal kepada Allah, disertai pernyataan bahwa pendengaran, penglihatan, darah, daging, tulang, dan saraf tunduk kepada Allah.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sunan an-Nasa'i (سنن النسائي)
Kitab:
The Book of The At-Tatbiq (Clasping One's Hands Together) (كتاب التطبيق), buku 12
Bab:
Chapter: Another kind(باب نَوْعٌ آخَرُ)
Referensi dalam kitab:
Book 12, Hadith 23
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sunan an-Nasa'i 1048"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; nomor terjemahan Inggris dapat berbeda. Halaman sumber menampilkan penilaian otentikasi Darussalam; Fanha mencatatnya sebagai penilaian sumber, bukan penilaian baru.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Dinilai sahih oleh Darussalam sebagaimana ditampilkan pada rekaman sumber. Fanha mencatat penilaian sumber dan tidak menilai ulang.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sunan an-Nasa'i 1126

Perawi: 'Ali

كَانَ إِذَا سَجَدَ يَقُولُ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ فَأَحْسَنَ صُورَتَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Ali bin Abi Thalib meriwayatkan doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sujud: penyerahan diri kepada Allah, disertai pernyataan bahwa wajahnya bersujud kepada Zat yang menciptakannya, membentuknya, dan memberinya pendengaran serta penglihatan.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sunan an-Nasa'i (سنن النسائي)
Kitab:
The Book of The At-Tatbiq (Clasping One's Hands Together) (كتاب التطبيق), buku 12
Bab:
Chapter: Another kind(باب نَوْعٌ آخَرُ)
Referensi dalam kitab:
Book 12, Hadith 98
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sunan an-Nasa'i 1048"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; nomor terjemahan Inggris dapat berbeda. Halaman sumber menampilkan penilaian otentikasi Darussalam; Fanha mencatatnya sebagai penilaian sumber, bukan penilaian baru.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Dinilai sahih oleh Darussalam sebagaimana ditampilkan pada rekaman sumber. Fanha mencatat penilaian sumber dan tidak menilai ulang.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Sunan an-Nasa'i 1134

Perawi: 'A'isha

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

Aisyah menyebut bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam rukuk dan sujud: “subbuhun quddusun rabbul-mala’ikati war-ruh”.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Sunan an-Nasa'i (سنن النسائي)
Kitab:
The Book of The At-Tatbiq (Clasping One's Hands Together) (كتاب التطبيق), buku 12
Bab:
Chapter: Another kind(باب نَوْعٌ آخَرُ)
Referensi dalam kitab:
Book 12, Hadith 106
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Sunan an-Nasa'i 1048"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com; nomor terjemahan Inggris dapat berbeda. Halaman sumber menampilkan penilaian otentikasi Darussalam; Fanha mencatatnya sebagai penilaian sumber, bukan penilaian baru.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Dinilai sahih oleh Darussalam sebagaimana ditampilkan pada rekaman sumber. Fanha mencatat penilaian sumber dan tidak menilai ulang.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com
Hadis

Jami` at-Tirmidhi 295

Perawi: 'Abdullah (Ibn Mas'ud)

أَنَّهُ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Ibnu Mas’ud menuturkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri dengan lafaz “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”.

Penjelasan Fanha, bukan terjemahan resmi.

Detail referensi
Koleksi:
Jami` at-Tirmidhi (جامع الترمذي)
Kitab:
The Book on Salat (Prayer) (كتاب الصلاة), buku 2
Bab:
Chapter: What Has Been Related About The Taslim For Salat(باب مَا جَاءَ فِي التَّسْلِيمِ فِي الصَّلاَةِ)
Referensi dalam kitab:
Book 2, Hadith 147
Skema penomoran:
Nomor mengikuti skema referensi terpadu sunnah.com ("Jami` at-Tirmidhi 295"). "In-book reference" mengikuti penomoran kitab pada edisi yang dipakai sunnah.com. Halaman sumber menampilkan penilaian Darussalam; Imam at-Tirmidzi menyebut hadis ini hasan sahih. Fanha mencatat penilaian sumber dan tidak menilai ulang.
Sanad:
Sanad lengkap ada di rekaman sumber (sunnah.com menampilkan rangkaian periwayatan pada setiap hadis), tetapi tidak disalin ke repo ini. Yang dicatat di Fanha hanya perawi yang disebut pada rekaman sumber, bukan seluruh sanad.
Status otentikasi:
Sahih, Dinilai sahih oleh Darussalam sebagaimana ditampilkan pada rekaman sumber; Imam at-Tirmidzi menyebutnya hasan sahih. Fanha mencatat penilaian sumber dan tidak menilai ulang.
Tanggal verifikasi:
2026-10-31
Matn dari sunnah.com; sanad lengkap di rekaman sumber Rekaman sunnah.com

Tata cara

  1. 1.

    Berdiri menghadap kiblat

    Rukun

    Berdiri bagi yang mampu, menghadap kiblat. Yang tidak mampu mengerjakannya dengan duduk atau berbaring.

  2. 2.

    Takbiratul ihram

    Rukun

    Mengucapkan takbir di awal salat. Takbir juga diucapkan pada setiap perpindahan: rukuk, bangkit, sujud, dan bangkit dari sujud (Sahih al-Bukhari 789).

    Dalil: Sahih al-Bukhari 789

  3. 3.

    Doa istiftah

    Sunah

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diam sejenak setelah takbir sebelum membaca al-Fatihah, dan mengisi jeda itu dengan doa istiftah (Sahih al-Bukhari 744).

    • اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

      Allahumma ba'id baini wa baina khathayaya kama ba'adta bainal-masyriqi wal-maghrib. Allahumma naqqini minal-khathaya kama yunaqqats-tsaubul-abyadhu minad-danas. Allahumma ighsil khathayaya bil-ma'i wats-tsalji wal-barad.

      Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan es.

      Diajarkan kepada Abu Hurairah (Sahih al-Bukhari 744).

    Dalil: Sahih al-Bukhari 744

  4. 4.

    Membaca al-Fatihah

    Rukun

    Al-Fatihah dibaca pada setiap rakaat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut salat tidak sah tanpa Fatihatul Kitab (Sahih al-Bukhari 756); ketentuan bacaan makmum ketika imam membaca keras dibahas dalam fikih.

    Dalil: Sahih al-Bukhari 756

  5. 5.

    Membaca surah setelah al-Fatihah

    Sunah

    Membaca surah atau beberapa ayat setelah al-Fatihah pada rakaat tertentu. Meninggalkannya tidak membatalkan salat.

  6. 6.

    Rukuk

    Rukun

    Membungkukkan badan dengan tenang. Dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim ada dua redaksi bacaan rukuk; tiga redaksi lain yang dinilai sahih oleh sumber tercatat dalam Sunan an-Nasa’i. Kelimanya ditampilkan di bawah. Jumlah pengulangan tidak ditetapkan dalam riwayat sahih; yang ditekankan hadis adalah panjang dan tenangnya rukuk (Sahih Muslim 772).

    • سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

      Subhana rabbiyal-'azhim.

      Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.

      Diriwayatkan Hudzaifah (Sahih Muslim 772; juga Sunan Abi Dawud 871).

    • سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

      Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika, Allahummaghfir li.

      Mahasuci Engkau ya Allah, Tuhan kami, dan segala pujian bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku.

      Diriwayatkan Aisyah (Sahih al-Bukhari 817; Sahih Muslim 484a). Dibaca dalam rukuk dan sujud.

    • سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

      Subbuhun quddusun rabbul-mala’ikati war-ruh.

      Mahasuci, Mahakudus, Tuhan para malaikat dan Ruh.

      Diriwayatkan Aisyah (Sunan an-Nasa’i 1048, dinilai sahih oleh Darussalam).

    • سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

      Subhana dzil-jabaruti wal-malakuti wal-kibriya’i wal-‘azamah.

      Mahasuci Zat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, keagungan, dan kebesaran.

      Diriwayatkan Auf bin Malik dalam salat malam (Sunan an-Nasa’i 1049, dinilai sahih oleh Darussalam).

    • اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ أَنْتَ رَبِّي خَشَعَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَدَمِي وَلَحْمِي وَعَظْمِي وَعَصَبِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

      Allahumma laka raka’tu wa bika amantu wa laka aslamtu wa ‘alaika tawakkaltu, anta rabbi, khasha’a sam’i wa bashari wa dami wa lahmi wa ‘azmi wa ‘asabi lillahi rabbil-‘alamin.

      Ya Allah, kepada-Mu aku rukuk, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku bertawakal. Engkau Tuhanku. Pendengaran, penglihatan, darah, daging, tulang, dan sarafku tunduk kepada Allah, Tuhan seluruh alam.

      Diriwayatkan Jabir bin Abdullah (Sunan an-Nasa’i 1051, dinilai sahih oleh Darussalam).

    Dalil: Sahih Muslim 772·Sahih al-Bukhari 817·Sahih Muslim 484a·Sunan an-Nasa'i 1048·Sunan an-Nasa'i 1049·Sunan an-Nasa'i 1051

  7. 7.

    I'tidal

    Rukun

    Bangkit dari rukuk lalu berdiri tegak dan tenang.

    • سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

      Sami‘allahu liman hamidah.

      Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

      Diucapkan saat bangkit dari rukuk (Sahih Muslim 772).

    • رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

      Rabbana lakal-hamd.

      Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian.

      Tambahan riwayat Jarir pada hadis yang sama (Sahih Muslim 772).

    • لِرَبِّيَ الْحَمْدُ

      Li rabbiyal-hamd.

      Bagi Tuhanku segala pujian.

      Redaksi lain dalam riwayat Hudzaifah (Sunan Abi Dawud 874, dinilai sahih oleh Al-Albani).

    • رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

      Rabbana wa lakal-hamd, hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih.

      Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian, pujian yang banyak, baik, dan penuh keberkahan.

      Diucapkan seorang sahabat dan disetujui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Sahih al-Bukhari 799).

    Dalil: Sahih Muslim 772·Sahih al-Bukhari 799·Sunan Abi Dawud 874

  8. 8.

    Sujud

    Rukun

    Dua kali sujud dalam setiap rakaat dengan tenang. Sujud adalah keadaan terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya, sehingga doa dianjurkan diperbanyak di dalamnya (Sahih Muslim 482).

    • سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى

      Subhana rabbiyal-a'la.

      Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.

      Diriwayatkan Hudzaifah (Sahih Muslim 772). Bacaan Aisyah pada langkah rukuk juga mencakup sujud.

    • سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

      Subbuhun quddusun rabbul-mala’ikati war-ruh.

      Mahasuci, Mahakudus, Tuhan para malaikat dan Ruh.

      Diriwayatkan Aisyah untuk rukuk dan sujud (Sunan an-Nasa’i 1134, dinilai sahih oleh Darussalam).

    • اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ فَأَحْسَنَ صُورَتَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

      Allahumma laka sajadtu wa laka aslamtu wa bika amantu, sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wa shawwarahu fa ahsana shuratahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu, tabarakallahu ahsanul-khaliqin.

      Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku beriman. Wajahku bersujud kepada Zat yang menciptakannya, membentuknya dengan sebaik-baiknya, serta memberinya pendengaran dan penglihatan. Mahaberkah Allah, sebaik-baik Pencipta.

      Diriwayatkan Ali bin Abi Thalib (Sunan an-Nasa’i 1126, dinilai sahih oleh Darussalam).

    Dalil: Sahih Muslim 772·Sahih Muslim 482·Sunan an-Nasa'i 1134·Sunan an-Nasa'i 1126

  9. 9.

    Duduk di antara dua sujud

    Rukun

    Duduk tenang di antara kedua sujud.

    • رَبِّ اغْفِرْ لِي

      Rabbighfir li.

      Tuhanku, ampunilah aku.

      Dibaca dua kali dalam riwayat Hudzaifah (Sunan Abi Dawud 874, dinilai sahih oleh Al-Albani).

    • اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي

      Allahummaghfir li warhamni wa ‘afini wahdini warzuqni.

      Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, sehatkanlah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.

      Redaksi Ibnu Abbas (Sunan Abi Dawud 850, dinilai hasan oleh Al-Albani).

    Dalil: Sunan Abi Dawud 874·Sunan Abi Dawud 850

  10. 10.

    Sujud kedua dan rakaat berikutnya

    Rukun

    Sujud kedua dikerjakan seperti sujud pertama. Setelah itu berdiri untuk rakaat berikutnya dan mengulangi bacaan serta gerakan yang sama.

  11. 11.

    Tasyahud

    Rukun

    Duduk pada rakaat terakhir dan membaca tasyahud.

    • التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

      At-tahiyyatu lillahi wash-shalawatu wath-thayyibatu, as-salamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuhu, as-salamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahish-shalihin, asyhadu an la ilaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh.

      Segala penghormatan, salawat, dan kebaikan milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

      Tasyahud yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ibnu Mas’ud (Sahih al-Bukhari 6265).

    Dalil: Sahih al-Bukhari 6265

  12. 12.

    Salawat dalam tasyahud

    Berbeda pendapat

    Setelah tasyahud, membaca salawat. Kedudukannya sebagai rukun atau sunah berbeda antar rujukan fikih.

    • اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

      Allahumma shalli 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammadin, kama shallaita 'ala Ibrahima wa 'ala ali Ibrahima, innaka Hamidun Majid. Allahumma barik 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammadin, kama barakta 'ala Ibrahima wa 'ala ali Ibrahima, innaka Hamidun Majid.

      Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau limpahkan salawat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji dan Mahamulia. Ya Allah, limpahkanlah berkah kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau limpahkan berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji dan Mahamulia.

      Lafaz yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ka’b bin Ujrah (Sahih al-Bukhari 3370).

    Dalil: Sahih al-Bukhari 3370

  13. 13.

    Doa sebelum salam

    Sunah

    Setelah tasyahud dan salawat, dianjurkan memohon perlindungan sebelum salam.

    • اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

      Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil-qabri, wa min fitnatil-mahya wal-mamati, wa min syarri fitnatil-masihid-dajjal.

      Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahanam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

      Diperintahkan setelah tasyahud (Sahih Muslim 588a).

    Dalil: Sahih Muslim 588a

  14. 14.

    Salam

    Rukun

    Salat diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.

    • السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

      Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah.

      Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah atasmu.

      Diucapkan ke kanan dan ke kiri (Jami‘ at-Tirmidhi 295, dinilai sahih oleh Darussalam).

    Dalil: Jami` at-Tirmidhi 295

Lafaz pada bagian ini adalah redaksi yang tercatat dalam hadis yang dikutip. Transliterasi dan terjemahannya edisi Fanha, bukan terjemahan resmi. Lafaz dari kitab selain Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim diberi catatan penilaian pada masing-masing butir. Bagian berstatus rukun tidak dapat digantikan; bagian sunah boleh ditinggalkan tanpa membatalkan salat. Tingkat hukum lafaz tertentu dapat berbeda antar rujukan fikih.

Dalil: Sahih al-Bukhari 631

Syarat dan ketentuan

  • Berislam, berakal, dan sudah mukallaf (balig).
  • Suci dari hadas: dengan wudu, mandi wajib, atau tayammum bila air tidak ada atau tidak dapat dipakai. Dalil: QS Al-Ma'idah 6
  • Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis.
  • Menutup aurat dan menghadap kiblat.
  • Masuknya waktu salat; ayat 4:103 menyebut salat sebagai kewajiban yang waktunya ditentukan. Dalil: QS An-Nisa 103
  • Niat salat. Kedudukannya sebagai syarat atau bagian dari rangkaian salat dibahas dalam kitab fikih.

Hal yang membatalkan

  • Meninggalkan salah satu rukun dengan sengaja.
  • Berbicara dengan sengaja di luar bacaan salat.
  • Makan, minum, atau mengerjakan gerakan besar yang berturut-turut.
  • Terkena najis yang tidak dimaafkan, atau batalnya bersuci sebelum atau selama salat.

Keringanan

  • Bila tidak mampu berdiri, salat dikerjakan dengan duduk atau berbaring.
  • Tayammum sebagai pengganti wudu dan mandi wajib bila tidak ada air atau tidak dapat dipakai. Dalil: QS Al-Ma'idah 6
  • Jama dan qashar bagi musafir menurut ketentuan kitab fikih.

Referensi

  • Sunnah.com: Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, dan kitab sunan (rekaman hadis)

    Sunnah.com

    Kebijakan sunnah.com, bagian "Reproduction, Copying, Scraping" · Ketentuan lisensi

    Teks Arab hadis: sunnah.com (tautan rekaman ada di setiap bukti).

    Disalin ke halaman ini sesuai ketentuan sumber · Diperiksa 31 Oktober 2026 · Situs sumber

  • Tanzil Quran Text (Uthmani, Version 1.1)

    Tanzil Project· Uthmani, Version 1.1

    Creative Commons Attribution 3.0 (dengan ketentuan tambahan Tanzil) · Ketentuan lisensi

    Teks Arab: Tanzil Quran Text, Tanzil Project (tanzil.net), CC BY 3.0, disalin apa adanya.

    Disalin ke halaman ini sesuai ketentuan sumber · Diperiksa 31 Oktober 2026 · Situs sumber

  • Penjelasan editorial Fanha

    Fanha

    Tulisan Fanha sendiri · Diperiksa 31 Oktober 2026

  • Terjemahan bahasa Indonesia: Kementerian Agama (indonesian_affairs)

    Kementerian Agama Republik Indonesia; dihimpun oleh QuranEnc.com· Kementerian Agama Republik Indonesia· indonesian_affairs versi 1.0.1

    Ketentuan republikasi terjemahan QuranEnc.com (7 syarat) · Ketentuan lisensi

    Terjemahan: Kementerian Agama Republik Indonesia melalui QuranEnc.com (indonesian_affairs v1.0.1).

    Hanya ditautkan, tidak disalin · Diperiksa 31 Oktober 2026 · Situs sumber

  • Quran.com / Quran Foundation API

    Quran Foundation

    Quran Foundation Developer Terms of Service (last updated 2026-10-11) · Ketentuan lisensi

    Tautan luar ke quran.com; tidak ada konten Quran Foundation yang disalin.

    Hanya ditautkan, tidak disalin · Diperiksa 31 Oktober 2026 · Situs sumber

Status tinjauan: Referensi dan atribusi diperiksa editor pada 31 Oktober 2026. Perbedaan rincian antar rujukan fikih, seperti lafaz niat, isti’adzah, basmalah, amin, qunut, sujud sahwi, zikir setelah salat, dan ketentuan salat berjamaah, belum ditinjau ulama dan tidak dimuat di halaman ini.